vinylbeautystudio – Dunia hiburan kembali dikejutkan oleh penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam industri sulih suara. Kali ini, teknologi tersebut digunakan untuk menciptakan kembali suara artis sulih suara terkenal yang telah meninggal, Sylvester Stallone. Namun, keputusan ini tidak disambut baik oleh putri Stallone, yang merasa keberatan dengan penggunaan suara ayahnya tanpa persetujuan keluarga.
Sylvester Stallone, yang dikenal sebagai salah satu aktor legendaris Hollywood, memiliki suara yang khas dan mudah dikenali. Setelah kematiannya, sebuah perusahaan teknologi menggunakan AI untuk menciptakan kembali suaranya untuk proyek sulih suara film terbaru. Teknologi ini memungkinkan suara Stallone dihasilkan secara digital, sehingga dapat digunakan kembali dalam berbagai proyek hiburan.
Namun, keputusan untuk menggunakan suara Stallone melalui teknologi AI ini tidak disambut baik oleh putrinya, Sistine Stallone. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis melalui media sosial, Sistine mengungkapkan kekecewaan dan keberatannya atas penggunaan suara ayahnya tanpa persetujuan keluarga.
“Saya sangat kecewa dan tidak setuju dengan keputusan perusahaan tersebut untuk menggunakan suara ayah saya melalui teknologi AI. Kami tidak pernah diberitahu atau diminta persetujuan untuk penggunaan suara ayah saya dalam proyek ini. Ini adalah pelanggaran terhadap hak-hak keluarga kami,” ujar Sistine dalam pernyataannya.
Penggunaan AI dalam industri hiburan, terutama untuk menciptakan kamboja slot kembali suara artis yang telah meninggal, telah menjadi topik kontroversial. Di satu sisi, teknologi ini dapat membantu melestarikan karya dan suara artis legendaris untuk generasi mendatang. Namun, di sisi lain, penggunaan suara tanpa persetujuan keluarga dapat dianggap sebagai pelanggaran hak dan privasi.
Perusahaan teknologi yang menggunakan suara Stallone melalui AI belum memberikan tanggapan resmi atas keberatan yang disampaikan oleh Sistine Stallone. Namun, insiden ini telah menimbulkan pertanyaan tentang etika dan regulasi dalam penggunaan teknologi AI di industri hiburan.
Penggunaan AI untuk menciptakan kembali suara Sylvester Stallone telah menimbulkan kontroversi dan reaksi keras dari keluarganya. Insiden ini menunjukkan pentingnya regulasi dan persetujuan dalam penggunaan teknologi canggih di industri hiburan. Semoga, kejadian ini akan menjadi momentum bagi pengembangan etika dan regulasi yang lebih baik dalam penggunaan AI di masa depan.